Kewarganegaraan
Program
Study Desain Komunikasi Visual
Nama Okie
Hendrawan
Kelas
Dkv_6
Semester
2
Dosen :
Sylvia Octa Putri, S.IP.M.I.Pol
1.
Permasalahan
:
Salah
satu tujuan dari konsitusi adalah memberikan pembatasan & pengawasan
terhadap kekuasaan politik serta jaminan terhadap hak dan kewajiban warga
negara. Konstitusi negara kita adalah UUD 1945. Bagaimana poin-poin penting
dalam konstitusi tersebut dilaksanakan di Indonesia? Jelaskan dan berikan
contohnya! Berikan analisa kritis Anda apakah negara kita dapat dikatakan
sebagai negara konstitusional ?
jawaban:
melihat
pentingnya kostitusi dari dua segi. Pertama, dari segi isi, karena
konstitusi memuat dasar dari struktur dan memuat fungsi
negara. Kedua, dari segi bentuk, karena yang membuat konstitusi bukan
sembarang orang atau lembaga. Mungkin bisa seorang raja, raja dengan rakyat,
badan konstituante, atau lembagadiktator.[2] Dari sudut pandang
yang kedua, mempunyai kesamaan pengertian hukum dalam arti sempit, dimana
konstitusi dibuat oleh badan atau lembaga yang berwenang dalam membuat hukum,
yaitu sebuah badan yang legal dan diakui sah untuk memberikan kekuatan hukum
dalam konstitusi.
contohnya:
1.
Hasil perjuangan politik bangsa diwaktu yang lampau
2.
Tingkat-tingkat tertinggi perkembangan ketatanegaraan bangsa
3.
Pandangan tokoh-tokoh bangsa yang hendak diwujudkan, baik untuk waktu sekarang
maupun untuk waktu yang akan datang.
4.
Suatu keinginan dengan suatu perkembangan kehidupan ketatanegaraan bangsa yang
hendak dipimpin.
Indoneseia
adalah negara konstitusional karena Konstitusi mempunyai nilai yang
sangat penting dalam suatu negara, karena negara tidak mungkin terbentuk tanpa
adanya konstitusi, karena itulah konstitusi menempati posisi
yang sangat krusial dalam kehidupan ketatanegaraan suatu negara.
Mengenai arti penting konstitusi dalam suatu negara, dalam disertasinya
berpendapat bahwa suatu konstitusi atau Undang-Undang Dasar adalah sebagai
pemberi pegangan dan pemberi batas, sekaligus tentang bagaimana kekuasaa negara
harus dijalankan.
2.
Permasalahan:
Dalam UU
Kewarganegaraan RI No 12 Tahun 2006 dinyatakan “ Mempunyai paspor atau surat
yang bersifat paspor dari negara asing atau surat yang dapat diartikan sebagai
tanda kewarganegaraan yang masih berlaku dari negara lain atas namanya” membuat
seorang WNI dapat kehilangan kewarganegaraannya. Bagaimana pendapat Anda
mengenai kasus sebanyak 177 calon jemaah haji Indonesia yang memiliki paspor
Filipina yang tertangkap oleh pihak otoritas Filipina? Berikan analisa kritis
dan rekomendasi/solusi Anda!
Jawaban:
Pemerintah
Indonesia meyakini 177 orang calon haji Indonesia itu adalah korban penipuan.
Hal ini dikuatkan oleh tidak adanya catatan mengenai travel yang
memberangkatkan 177 orang calon haji Indonesia itu, tidak tercatat di Kemenag.
Rekomendasi / solusi
Menurut
UU Kewarganegaraan RI No 12 Tahun 2006 dinyatakan “ Mempunyai paspor atau surat
yang bersifat paspor dari negara asing atau surat yang dapat diartikan sebagai
tanda kewarganegaraan yang masih berlaku dari negara lain atas namanya” membuat
seorang WNI dapat kehilangan kewarganegaraannya. Tentu hal ini akan merugikan
calon jamaah haji tersebut yang mungkin tidak mengetahui tentang resiko seperti
ini. Pemerintah seharusnya meningkatkan pengawasan terhadap agen travel
abal-abal, karena banyaknya minat warga negara Indonesia yang ingin berangkat
haji menjadi bisnis yang menggiurkan terutama bagi mereka yang memiliki niat
tidak baik. Masyarakat Indonesia pun harus berhati-hati dan lebih cerdas
membedakan antara jasa travel yang baik dan jasa travel yang kurang baik.
3.
Permasalahan:
Berdasarkan
pengertian ketahanan nasional, seluruh kehidupan nasional dirinci dengan
sistematika Astagrata, Jelaskan aspek-aspek Ketahanan nasional tersebut dari
segi positif dan negatifnya serta berikan analisa Anda sejauh mana ketahanan
nasional Indonesia saat ini terutama dalam Masyarakat Ekonomi ASEAN yang telah
berjalan selama ini?
Jawaban:
Astagatra
mampu memberikan hal positif yang mendukung ketahanan nasional bahwa astagatra
juga memiliki potensi untuk mendisentigrasikan bangsa ini melalui aspek-aspek
sebagi berikut:
- Geografi. Indonesia yang terletak
pada posisi silang dunia merupakan letak yang sangat strategis untuk
kepentingan lalu lintas perekonomian dunia selain itu juga memiliki
berbagai permasalahan yang sangat rawan terhadap timbulnya disintegrasi
bangsa. Dari ribuan pulau yang dihubungkan oleh laut memiliki
karakteristik yang berbeda-beda dengan kondisi alamnya yang juga sangat
berbeda-beda pula menyebabkan munculnya kerawanan sosial yang disebabkan
oleh perbedaan daerah misalnya daerah yang kaya akan sumber kekayaan
alamnya dengan daerah yang kering tidak memiliki kekayaan alam dimana
sumber kehidupan sehari-hari hanya disubsidi dari pemerintah dan daerah
lain atau tergantung dari daerah lain.
- Demografi.
Jumlah penduduk yang besar, penyebaran yang tidak merata, sempitnya lahan
pertanian, kualitas SDM yang rendah berkurangnya lapangan pekerjaan, telah
mengakibatkan semakin tingginya tingkat kemiskinankarena rendahnya tingkat
pendapatan, ditambah lagi mutu pendidikan yang masih rendah yang
menyebabkan sulitnya kemampuan bersaing dan mudah dipengaruhi oleh tokoh
elit politik/intelektual untuk mendukung kepentingan pribadi atau
golongan.
- Kekayaan Alam. Kekayaan alam Indonesia
yang melimpah baik hayati maupun non hayati akan tetap menjadi daya tarik
tersendiri bagi negara Industri, walaupun belum secara keseluruhan dapat
digali dan di kembangkan secara optimal namun potensi ini perlu
didayagunakan dan dipelihara sebaik-baiknya untuk kepentingan pemberdayaan
masyarakat dalam peran sertanya secara berkeadilan guna mendukung
kepentingan perekonomian nasional.
- Ideologi. Pancasila merupakan alat
pemersatu bangsa Indonesia dalam penghayatan dan pengamalannya masih belum
sepenuhnya sesuai dengan nilai-nilai dasar Pancasila, bahkan saat ini
sering diperdebatkan. Ideologi pancasila cenderung tergugah dengan adanya
kelompok-kelompok tertentu yang mengedepankan faham liberal atau kebebasan
tanpa batas, demikian pula faham keagamaan yang bersifat ekstrim baik kiri
maupun kanan.
- Politik. Berbagai masalah politik
yang masih harus dipecahkan bersama oleh bangsa Indonesia saat ini seperti
diberlakukannya Otonomi daerah, sistem multi partai, pemisahan TNI dengan
Polri serta penghapusan dwi fungsi BRI, sampai saat ini masih menjadi
permasalahan yang belum dapat diselesaikan secara tuntas karena berbagai
masalah pokok inilah yang paling rawan dengan konflik sosial
berkepanjangan yang akhirnya dapat menyebabkan timbulnya disintegrasi
bangsa.
- Ekonomi. Sistem perekonomian
Indonesia yang masih mencari bentuk, yang dapat pemberdayakan sebagian
besar potensi sumber daya nasional, serta bentuk-bentuk kemitraan dan
kesejajaran yang diiringi dengan pemberantasan terhadap KKN. Hal ini
dihadapkan dengan krisis moneter yang berkepanjangan, rendahnya tingkat
pendapatan masyarakat dan meningkatnya tingkat pengangguran serta
terbatasnya lahan mata pencaharian yang layak.
- Sosial Budaya. Kemajemukan bangsa
Indonesia memiliki tingkat kepekaan yang tinggi dan dapat menimbulkan
konflik etnis kultural. Arus globalisasi yang mengandung berbagai nilai
dan budaya dapat melahirkan sikap pro dan kontra warga masyarakat yang
terjadi adalah konflik tata nilai. Konflik tata nilai akan membesar bila
masing-masing mempertahankan tata nilainya sendiri tanpa memperhatikan
yang lain.
- Pertahanan dan Keamanan. Bentuk ancaman terhadap
kedaulatan negara yang terjadi saat ini menjadi bersifat multi dimensional
yang berasal dari dalam negeri maupun dari luar negeri, hal ini seiring
dengan perkembangan kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi, informasi dan
komunikasi. Serta sarana dan prasarana pendukung didalam pengamanan bentuk
ancaman yang bersifat multi dimensional yang bersumber dari permasalahan
ideologi, politik, ekonomi, sosial budaya.
Analisa
saya terhadap ketahanan nasional Indonesia saat ini terutama dalam MEA antara
lain,Melalui MEA banyak WNA masuk ke Indonesia untuk berbisnis, investasi, dan
bahkan mencari pekerjaan, dengan masuknya WNA ke Indonesia otomatis akan
terjadinya akulturasi budaya, yang menyebabkannya ketidak sesuaian budaya asing
dengan Pancasila, agama, dan budaya masyarakat Indonesia. Maka dari
itu pemerintah harus mempunyai visi yang kuat untuk menjaga ketahanan dan
nilai-nilai Pancasila dalam masyarakat, Ketahanan nasional adalah hal yang
wajib dilakukan untuk mengelola negara Indonesia menjadi lebih maju, tertib,
tentram, dan ikut serta bersaing dengan negara lain.
4.
Permasalahan:
Fotografi
bertemakan "Gerakan Nasional Revolusi Mental"
ini sebuah
karya fotografi saya yang diambil di RUMAH, menurut saya ini sebuah kegiatan
yang dapat merevolusi mental mental generasi muda untuk lebih produktif dan
KREATIF, semoga di INDONESIA dapat mewakili Artist designer di lomba seni lukis
INTERNASIONA 2018 dari Indonesia tepatnya dari Bandung yaitu Okie Hendrawan,
dapat mengharumkan nama Indonesia di dunia SENI.
SUMBER:
https://brainly.co.id/tugas/6392281
https://medium.com/@mohamadalvin/pendapat-mengenai-kasus-sebanyak-177-calon-jemaah-haji-indonesia-yang-memiliki-paspor-filipina-c38b50432a42
http://science-student14.blogspot.com/2015/08/ketahanan-nasional-kewarganegaraan-pkn.htmlhttps://gabriellemichelin.wordpress.com/2017/07/31/pengertian-ketahanan-nasional-terutama-dalam-menghadapi-mea/


Komentar
Posting Komentar